KORUPSI GEHAZI
- Rincian
- Diterbitkan hari Senin, 22 September 2025 00:00
- Ditulis oleh Hembang Tambun
- Dibaca: 4450 kali
Baca: 2 RAJA-RAJA 5
Gehazi, hamba Elisa, abdi Allah itu, berkata, "Sesungguhnya tuanku terlalu baik hati kepada Na’aman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya. Demi Tuhan yang hidup, sesungguhnya aku akan berlari mengejar dia dan akan menerima sesuatu darinya." (2 Raja-raja 5:20)
Bacaan Alkitab Setahun:
Amos 1-5
Sebagai pelayan Nabi Elisa, Gehazi telah mendampingi sang nabi dalam mewartakan firman Tuhan serta telah menjadi saksi mata terhadap berbagai mukjizat yang Allah perbuat melalui Elisa. Seharusnya pengalaman itu membuat Gehazi memiliki sikap takut akan Tuhan serta menghormati nabi-Nya. Namun, ternyata tidak otomatis demikian.
Na’aman, panglima raja Aram, telah mengalami kesembuhan dari penyakitnya setelah Elisa menyuruhnya mandi tujuh kali di Sungai Yordan. Ia pun memberikan persembahan yang sangat besar jumlahnya sebagai tanda syukurnya. Namun, Elisa menolaknya. Elisa hendak mengajar Na’aman bahwa kesembuhan yang ia alami bukanlah karena jasanya, melainkan karena Allah sendiri. Sebagai hasilnya, Na’aman dengan rela mempersembahkan dirinya kepada Allah dengan berkomitmen menjadi penyembah-Nya (ay. 17). Elisa pun melepasnya kembali ke negerinya.
Namun, Gehazi merasa bahwa Nabi Elisa telah bertindak terlalu baik kepada sang panglima. Dengan kesadaran penuh, bahkan mengatasnamakan Tuhan, ia mencari keuntungan sendiri. Ia mengarang cerita bohong serta memperalat nama Elisa untuk mendapatkan keuntungan dari Na’aman. Sungguh suatu tindakan licik dan jahat. Gehazi mungkin lupa bahwa Allah yang selama ini ia layani adalah Allah yang Maha Tahu. Atau, godaan harta dunia telah membutakannya. Ia lupa bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi. Ia bersama anak cucunya pun menderita penyakit yang tadinya dialami Na’aman. Sungguh menyedihkan dan mengerikan. Kiranya pelajaran mahal yang dialami Gehazi berbicara dengan kuat ke dalam hati kita agar kita tidak mengikuti jejaknya.
—HT/www.renunganharian.net
TAK PEDULI SEBERAPA BANYAK KITA TELAH MENYAKSIKAN KARYA TUHAN,
KITA TETAP HARUS WASPADA AGAR TIDAK TERJERAT PADA GODAAN DUNIA
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Pelayanan Gloria


